Kamis, 26 Desember 2013

Sholat Berjamaah Di Masjid

Bismillah, khususnya yang laki-laki, sering sholat berjamaah di masjid kan? Atau selalu berjamaah di masjid? Teruskan kebiasaan itu, karena memiliki banyak keutamaan, Salah satu keutamaan sholat berjamaah adalah berikut ,

  1. Shalat berjamaah lebih utama dibanding shalat sendirian dua puluh tujuh derajat.” (HR . al-Bukhari no. 645 dan Muslim no. 249)
  2. “Shalat seseorang (lelaki) secara berjamaah lebih banyak pahalanya dua puluh sekian derajat dibanding shalatnya seseorang di rumah atau di pasarnya. Hal ini (bisa diraih) manakala salah seorang dari mereka membaguskan wudhunya kemudian datang ke masjid. Tidaklah ia menggerakkan (anggota tubuhnya) kecuali untuk shalat, tiada pula yang ia inginkan kecuali selain menunaikan shalat. Tiadalah satu langkah kaki yang ia ayunkan kecuali akan meninggikan derajatnya dan ayunan langkah kaki lainnya akan menghapus dosa-dosanya hingga ia memasuki masjid. Apabila telah masuk masjid, selama ia di dalam masjid maka dihitung shalat terus-menerus dan para malaikat mendoakannya selama ia duduk menanti shalat. Para malaikat berdoa, ‘Ya Allah, rahmati dia, ampuni dia, terimalah tobatnya’ (hal itu terusmenerus berlangsung) selama dia tak berbuat aniaya (kejelekan) dan tidak batal dari hadats’.” (HR . al-Bukhari 647 dan Muslim no. 272)
Perhatikan keutamaan-keutamaan tersebut. Tampak, betapa banyak keutamaan bisa dituai manakala shalat berjamaah ditunaikan dengan tuntunan yang benar. Hadits di atas memberi kabar gembira kepada hamba Allah Subhanahu wata’ala yang mencintai sunnah Nabi-Nya Shallallahu ‘alaihi wasallam. Di antara keutamaan itu adalah:

  • Besarnya pahala dan keutamaan shalat berjamaah dibanding dengan shalat yang dilakukan secara menyendiri.
  • Allah Subhanahu wata’ala meninggikan derajat orang yang shalat berjamaah.
  • Allah Subhanahu wata’ala menghapus dosa melalui langkah kaki seseorang yang menuju masjid dalam rangka shalat berjamaah. Ini tentu keutamaan yang teramat agung dan luhur.
  • Keutamaan berwudhu sebelum berangkat ke masjid.
  • Seseorang yang menanti shalat ditegakkan di dalam masjid terhitung menunaikan shalat terus-menerus. Ini menunjukkan ladang untuk meraih ganjaran sebesar-besarnya.
  • Para malaikat turut mendoakan orang yang menanti shalat berjamaah ditegakkan. Seorang mukmin tentu tak akan melewatkan saat-saat emas untuk merengkuh kebaikan dan keutamaan di atas. Semoga Allah Subhanahu wata’ala memberi kekuatan dan kemudahan untuk bisa menunaikan kewajiban kewajiban yang diembankan. Amin.Wallahu a’lam.
Nah, bagi yang sudah sholat berjamaah di masjid, selamat, anda sudah terbebas dari perkara berikut,

  1. Sabda Rasûlullâh shallallâhu 'alaihi wasallam :

    مَنْ سَمِعَ النِّدَاءَ فَلَمْ يَأْتِهِ فَلاَ صَلاَةَ لَهُ إِلاَّ مِنْ عُذْرٍ
    "Siapa yang mendengar adzan lalu tidak mendatanginya, maka tidak ada shalat baginya kecuali ada udzur" (HR Abu Dâwud dan Ibnu Mâjah. Hadits ini dinilai shahîh oleh Syaikh al-Albâni rahimahullâh dalam Misykatul-Mashâbih 1077 dan Irwâ' al-Ghalîl no. 551)

  2. Hadits Abu Hurairah radhiyallâhu'anhu yang diriwayatkan dalam Shahîh al-Bukhâri, bahwa Rasûlullâh shallallâhu 'alaihi wasallam bersabda:
    وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ آمُرَ بِحَطَبٍ فَيُحْطَبَ ثُمَّ آمُرَ بِالصَّلاَةِ فَيُؤَذَّنَ لَهَا ثُمَّ آمُرَ رَجُلاً فَيَؤُمَّ النَّاسَ ثُمَّ أُخَالِفَ إِلَى رِجَالٍ فَأُحَرِّقَ عَلَيْهِمْ بُيُوتَهُمْ
    "Demi Dzat yang jiwaku ada ditangan-Nya. Sungguh aku ingin memerintahkan untuk mengumpulkan kayu bakar lalu terkumpul, kemudian memerintahkan untuk shalat dan diadzankan. Kemudian aku perintahkan seseorang untuk mengimami shalat, lalu aku pergi melihat orang-orang dan membakar rumah-rumah mereka" (HR al-Bukhâri)
  3. Hadits Abu Hurairah radhiyallâhu'anhu yang diriwayatkan dalam Shahîh Muslim:
    أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلٌ أَعْمَى فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ لَيْسَ لِيْ قَائِدٌ يَقُودُنِيْ إِلَى الْمَسْجِدِ فَسَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يُرَخِّصَ لَهُ فَيُصَلِّيَ فِي بَيْتِهِ فَرَخَّصَ لَهُ فَلَمَّا وَلَّى دَعَاهُ فَقَالَ هَلْ تَسْمَعُ النِّدَاءَ بِالصَّلاَةِ قَالَ نَعَمْ قَالَ فَأَجِبْ
    "Seorang lelaki buta menjumpai Nabi shallallâhu 'alaihi wasallam dan berkata: "Wahai Rasûlullâh shallallâhu 'alaihi wasallam sungguh aku tidak memiliki seorang penuntun yang menuntunku berjalan ke masjid. Lalu ia memohon kepada Rasulullah shallallâhu 'alaihi wasallam agar diberikan keringanan sehingga boleh shalat di rumahnya. Lalu beliau shallallâhu 'alaihi wasallam membolehkannya. Ketika orang tersebut berpaling pergi, beliau memanggilnya dan bertanya: "Apakah kamu mendengar adzan shalat?" Ia menjawab: "Ya". Beliau pun menyatakan: "Maka datangilah!" (HR Muslim).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar